Beberapa jenis buah kering dan manfaatnya 

Manfaat dan Risiko kesehatan dari buah kering

Tentang buah kering

Buah dikenal sebagai makanan yang bergizi, penuh nutrisi, dan menyehatkan. Namun apabila dikeringkan mungkin saja bermanfaat bagi kesehatan atau malah sebaiknya berbahaya dan memiliki risiko untuk dikonsumsi. 

Ada berbagai metode yang digunakan untuk mengeringkan buah. Cara yang paling tradisional dan tertua adalah mengeringkan di bawah sinar matahari. Di zaman modern, buah dikeringkan dengan memanggang dalam oven atau menggunakan dehydrator makanan. Cara ini sangat cepat dan efisien. Meskipun rasanya manis dan cocok dijadikan camilan, apakah buah kering itu sehat? Adakah dampak yang mungkin ditimbulkan akibat makan buah kering? 

Jawabannya adalah buah kering sebenarnya sehat apabila pengolahannya benar dan dikonsumsi sesuai porsi. Namun, jika diolah dengan cara yang tidak sehat dengan menambahkan terlalu banyak gula dan pengawet serta dikonsumsi dalam jumlah berlebih tentu saja akan beresiko. Kita bahas dahulu mengenai manfaat kesehatan buah kering apabila pengolahannya benar dan dikonsumsi sesuai porsi. 

Manfaat kesehatan buah kering:

Jumlah kandungan nutrisi dalam buah kering hampir sama dengan buah segar, Buah kering mengandung 3,5 kali lebih banyak serat, vitamin, dan mineral dari buah segar. Satu porsi buah  kering memberikan persentase besar dari asupan harian yang direkomendasikan untuk dikonsumsi. Proses pengeringan buah membuatnya mengandung banyak serat dan menjadi sumber antioksidan terutama polifenol. Antioksidan inilah yang bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah, kondisi pencernaan yang lebih baik, pengurangan risiko banyak penyakit, dan pengurangan kerusakan oksidatif. Beberapa potensi manfaat kesehatan lainnya diantaranya:

1. Mencegah osteoporosis

Buah kering mengandung kalsium yang penting untuk kesehatan tulang termasuk mencegah osteoporosis. Salah satu buah kering yang bisa dikonsumsi adalah kiwi karena kandungan kalsiumnya sangat baik. 

2. Mata sehat 

Kandungan vitamin A dan C yang ada dalam buah kering terbukti mencegah dan memperlambat perkembangan katarak, dan pencegahan degenerasi makula karena usia. 

3. Mendukung kehamilan yang sehat

Bagi ibu hamil sangat disarankan untuk mengonsumsi buah kering asli tanpa tambahan gula dan pengawet. Sebab terdapat zat besi yang penting untuk menjaga  kehamilan tetap sehat. 

Namun ada vitamin yang justru jumlahnya berkurang yaitu kandungan vitamin C karena proses pengeringan. Tapi tetap saja buah kering bermanfaat bagi kesehatan dimana berdasarkan penelitian, orang yang makan buah kering memiliki berat badan lebih sedikit namun nutrisinya banyak terpenuhi. Oleh karenanya buah kering sangat cocok untuk dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai bagi mereka yang ingin melakukan program diet. 

 Risiko yang bisa timbul dari konsumsi buah kering 

Buah segar cenderung mengandung jumlah gula alami yang cukup besar. Saat diubah menjadi olahan buah kering, air akan dikeluarkan habis yang membuat gula dan kalori akan terpusat di buah kering. Oleh karena itu, buah kering sangat tinggi gula dan kalori serta terdapat juga glukosa dan fruktosa. Contohnya saja dalam kismis terdapat 59% kandungan gula, plum sebear 38%, kurma 64-66% dan aprikot sebesar 53%.

Dari 22% hingga 51% kandungan gula dalam buah kering merupakan fruktosa. Apabila fruktosa dikonsumsi dalam jumlah yang banyak akan menimbulkan risiko kesehatan termasuk kenaikan berat badan, penyakit jantung, dan penyakit diabetes tipe 2.   

Hal yang perlu diperhatikan adalah informasi bahan dan nutrisi yang biasanya terdapat pada kemasan. Jangan sampai membeli buah kering yang mengandung tambahan gula. Bayangkan saja, buah kering asli tanpa tambahan gula saja kandungan gula dan kalorinya sudah tinggi apalagi ditambahkan gula lagi tentu menjadi tambah buruk bagi kesehatan. Gula yang ditambahkan dalam buah kering berefek pada risiko meningkatnya obesitas, penyakit jantung, dan bahkan kanker. 

 

Tags: , ,